PALANGKA RAYA – Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) merupakan desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng, Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM), Suhaemi. Dia menyebutkan, desa sebagai basis masyarakat perlu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warganya, khususnya perempuan dan anak.
“Perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi harus terpenuhi, serta sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak harus tersedia. DRPPA memberikan keamanan dan kemudahan bagi perempuan dan anak untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, tanpa merasa khawatir dengan kekerasan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan,” ujarnya, Rabu, 15 November 2023.
Dia menambahkan, komitmen dari seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah dan warga desa sangat penting untuk menjaga keberlangsungan DRPPA. Desa harus mampu menyelesaikan isu-isu yang melingkupi perempuan dan anak, dengan konsep HAPAKAT (bergotong royong dan bekerja sama) untuk kemajuan desa.
“Membangun DRPPA tidak hanya sekedar pencapaian target tertentu, tetapi juga merupakan upaya yang berkelanjutan untuk menciptakan desa yang inklusif dan peduli pada hak-hak perempuan dan anak,” tegasnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas P3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden menyampaikan, bahwa kemandirian ekonomi perempuan memiliki peran penting dalam mengurangi angka kemiskinan, stunting, perkawinan usia anak, dan kas anggaran rumah tangga.
“Kalteng menempati peringkat kedua tertinggi dalam hal perkawinan usia anak di Indonesia, sehingga upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sangat diperlukan,” ungkapnya.
Untuk mencapai desa yang ramah perempuan dan peduli anak, seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat, harus terus mendukung dan memperjuangkan upaya dalam menciptakan desa yang ramah perempuan dan anak di Kalteng.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post