PALANGKA RAYA – Pneumonia merupakan kondisi kesehatan yang sering menjadi ancaman bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 2 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gangguan serius dan bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul. Dia menyebutkan, penting bagi orang tua dan petugas kesehatan untuk mengenali gejala-gejala yang terkait dengan Pneumonia agar bisa segera mengambil langkah-langkah pencegahan atau tindakan medis yang dibutuhkan.
“Statistik menunjukkan bahwa kasus kematian Pneumonia mencapai 30 persen secara nasional, sedangkan di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 10 persen,” ujarnya, Senin, 13 November 2023.
Ditambahkannya, melihat situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinkes Kalteng melakukan sosialisasi dan edukasi ke fasilitas kesehatan kabupaten/kota.
“Gejala awal Pneumonia adalah batuk pilek. Pneumonia pada anak dapat disebabkan oleh berbagai macam virus, bakteri, atau jamur,” sebutnya.
Dijelaskannya, pneumonia terjadi ketika paru-paru anak mengalami peradangan atau infeksi dan biasanya diawali dengan infeksi pada saluran pernapasan atas, seperti hidung dan tenggorokan. Infeksi tersebut kemudian menuju paru-paru dan menyebabkan penumpukan cairan, sehingga mengakibatkan aliran udara di dalam paru-paru tersumbat.
Dalam kondisi ini, napas anak akan menjadi semakin berat hingga mengalami kesulitan dalam bernapas. Oleh karena itu, siapapun yang menemukan tanda-tanda Pneumonia pada anak harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan dan memastikan bahwa anak segera mendapatkan penanganan dan perawatan yang dibutuhkan.
Suyuti juga mengingatkan bahwa tarikan pada dinding dada saat menarik nafas merupakan tanda lain yang perlu diwaspadai dan perlu diberikan perhatian khusus oleh petugas lapangan.
“Kita semua harus memperhatikan kesehatan anak-anak dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah dan mengatasi Pneumonia pada anak-anak,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post