PALANGKA RAYA – Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kembali digelar setiap minggunya secara virtual langsung dari Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Senin, 6 November 2023.
Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, hadir mengikuti Rakor didampingi unsur Forkompinda dan Kepala OPD terkait dari ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.
Tito Karnavian dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Inflasi yang terjadi di bulan Oktober 2023 mengalami kenaikan 2,56% dari bulan sebelumnya yang penyebab utamanya berasal dari transportasi, tembakau, makanan serta minuman.
“Sementara komoditas yang mengalami kenaikan saat ini seperti beras dan cabai dimana di beberapa daerah telah dilakukan upaya untuk mengantisipasi inflasi apalagi ditambah dengan perubahan cuaca dan pergantian musim,” ungkap Tito.
Selain itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar masalah Inflasi saat ini menjadi atensi utama seluruh daerah sehingga “kita harus fokus untuk terus menekan angka Inflasi, agar harga barang bisa tetap stabil,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan dalam paparannya, lima besar komoditas utama penyebab inflasi di bulan Oktober 2023 yakni beras, bensin, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan cabai merah.
“Beras merupakan penyumbang andil inflasi terbesar selama tiga bulan berturut-turut (Agustus-Oktober 2023), dengan inflasi 1,72% dan andil 0,06%. Produksi beras diperkirakan akan terus mengalami defisit hingga Desember 2023,” jelasnya.
Ia menyebut, hampir seluruh kota mengalami inflasi (y-o-y) yang lebih tinggi dibanding inflasi nasional di bulan Oktober 2023.
“Secara nasional, pada minggu pertama bulan November 2023, jumlah kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) naik 5% poin dari minggu sebelumnya. Kenaikan terjadi di wilayah Pulau Sumatera,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post