PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen mengatasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini disampaikan oleh Gubernur melalui Sekretaris Daerah, Nuryakin yang mengungkapkan saat ini, masih terdapat dua Kabupaten dan satu Kota yang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla, yakni Kota Palangka Raya (hingga 19 Oktober 2023), Kabupaten Barito Selatan (hingga 23 Oktober 2023) dan Pulang Pisau (hingga 10 November 2023), sedangkan Kabupaten Kotawaringin Timur berakhir 16 Oktober 2023, Katingan berakhir 15 Oktober 2023 dan Kapuas berakhir 15 Oktober 2023.
“Selama masa tanggap darurat tersebut, upaya penanggulangan karhutla secara sinergis dan terpadu telah dilaksanakan oleh Pemprov. Kalteng, didukung Pemerintah Pusat, Jajaran TNI Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota dan seluruh elemen terkait,” ucapnya, Selasa, 17 Oktober 2023.
Selanjutnya, Gubernur melalui Sekda meminta kembali kesepakatan dan komitmen sebagai tindak lanjut dari Rakor Evaluasi hari ini. Kesepakatan tersebut, antara lain Kabupaten yang telah berakhir masa Tanggap Daruratnya agar memperpanjang Status Tanggap Darurat sedikitnya 7 hari sampai 22 Oktober 2023 atau sama dengan Barito Selatan, yaitu sampai 23 Oktober 2023, sehingga seluruh upaya penanggulangan Karhutla tetap berjalan maksimal.
Provinsi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla selama 8 hari, mengikuti Status Tanggap Darurat terlama 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Pulang Pisau.
Setelah masa perpanjangan Status Tanggap Darurat berakhir, jika eskalasi bahaya Karhutla menurun dan Wilayah Kalteng memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke penghujan, maka Status Tanggap Darurat dapat diturunkan menjadi Status Transisi Darurat ke Pemulihan yang berlaku sampai dengan 20 November 2023, sehingga sumber daya penanggulangan Karhutla tetap tersedia sampai dengan akhir musim kemarau. Selain penanggulangan Karhutla, penanganan dampak Karhutla terhadap kesehatan dan sosial ekonomi juga harus dilaksanakan.
“Dengan adanya perpanjangan Status Darurat Bencana Karhutla, maka sumber daya dukungan dari BNPB tetap dapat maksimal beroperasi untuk mendukung penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Sekda seraya menekankan penggunaan anggaran penanggulangan Karhutla dioptimalkan.
Menurutnya langkah-langkah yang telah dilakukan, yaitu meningkatkan upaya pemadaman darat dengan melakukan penambahan regu pemadaman darat sebanyak 162 orang, melanjutkan kembali operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan dua unit pesawat TMC, meningkatkan operasi waterbombing dengan penambahan satu unit helikopter waterbombing, dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terdampak asap dengan memberikan pengobatan gratis.
“Upaya penanggulangan karhutla selama masa tanggap darurat telah menunjukkan hasil dengan perbaikan indikator utama yaitu kualitas udara awalnya di Kota Palangka Raya, Sampit dan Buntok pada level BERBAHAYA, pada tanggal 14-15 Oktober 2023 mengalami perbaikan menjadi level TIDAK SEHAT-SANGAT TIDAK SEHAT” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala stasiun BMKG Palangka Raya, Catur Winarti menyampaikan, bahwa kondisi El-Nino masih moderat dan diperkirakan masih berlangsung hingga Bulan November dan Desember 2023.
“Hingga akhir tahun kondisi El-Nino masih moderat akan berlangsung, pada kondisi ini curah hujan cenderung rendah,” jelasnya.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post