BARITO SELATAN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) turut mengambil peran dalam pencegahan dan penanganan stunting di Bumi Tambun Bungai yang merupakan salah satu isu strategis yang sedang gencar ditangani oleh Pemprov Kalteng.
Sebagai upaya mencegah dan menangani stunting di Provinsi Kalteng, Dislutkan yang merupakan salah satu orang tua asuh bagi balita stunting, melakukan monitoring di Posyandu Akasia Desa Sababilah, Kelurahan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
Ketua DWP Dislutkan Kalteng, Lisdayanti mengatakan, bahwa monitoring yang ketiga ini yaitu untuk mengetahui perkembangan dari kelima anak asuh maka para kader diminta untuk melakukan pencatatan khusus dan dokumentasi. Data ini dimaksudkan untuk memudahkan pemantauan misalkan pada penambahan berat badan balita, catatan menu harian yang diberikan dan apabila balita tersebut sakit dapat diketahui penyebabnya.
“Saya imbau agar para kader juga harus mendokumentasikan kegiatan pendampingan melalui foto dan laporan KMS (Kartu Menuju Sehat), serta melaporkannya ke DWP Dislutkan Kalteng, Puskesmas, dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan,” ujarnya, Sabtu, 23 September 2023.
Sementara itu, Sekretaris Dislutkan Kalteng, Nita Fera mengatakan, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa upaya, yaitu memastikan anak makan buah dan sayur yang sehat, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berumur 6 bulan serta mengusahakan anak mendapatkan imunisasi lengkap.
“Dari kelima balita yang memiliki resiko stunting ini masing-masing didampingi oleh satu orang kader selama empat bulan yang bertugas membuatkan dan memberikan aneka makanan tambahan untuk balita, serta memonitor kenaikan berat badannya setiap bulan,” jelasnya.
Sementara itu, ditemui pada kesempatan berbeda, Kepala Dislutkan Kalteng, Darliansjah menyampaikan, bahwa kurangnya asupan makanan dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting pada anak, maka kondisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
“Dengan konsistensi dalam pemberian nutrisi lengkap dan perawatan terbaik bagi anak, maka anak bisa terhindar dari masalah stunting atau gangguan tumbuh kembang lainnya. Untuk itu saya mengajak semua masyarakat Kalimantan Tengah mendukung tumbuh kembang anak dengan nutrisi lengkap dan terbaik,” tandasnya.
Sebagai informasi, pada kegiatan ini para kader menjelaskan bahwa setiap hari masing-masing anak balita yang memiliki resiko stunting ini diberikan makanan tambahan yang berasal dari pangan lokal yang kaya protein hewani, seperti telur, ikan, dan daging. Selama masa pendampingan yang telah dilakukan selama satu bulan terakhir, rata-rata balita yang didampingi mengalami kenaikan berat badan antara dua hingga enam ons.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post