PALANGKA RAYA – Fenomena El Nino yang melanda wilayah Indonesia, dan Kalimantan Tengah khususnya membuat hutan-hutan di Indonesia menghadapi risiko kebakaran tinggi, dua lokasi di wilayah kerja Yayasan BOS telah mengalami kebakaran.
Pertengahan Agustus 2023 dilaporkan bahwa terjadi Karhutla rawa gambut yang diperkirakan seluas 50 hektare di dua lokasi berbeda di wilayah kerja Yayasan BOS Mawas Kalimantan Tengah.
Tim dengan bantuan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran. Keterbatasan akses menuju lokasi karhutla dan kedalaman kubah gambut mengakibatkan kebakaran meluas jauh di kedalaman gambut, sehingga menyulitkan tim pemadam kebakaran mengidentifikasi kebakaran dari permukaan dan membutuhkan waktu hampir seminggu untuk memastikan api padam.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara tiba-tiba pada tahun ini menggarisbawahi perlunya tindakan segera dan kolaboratif untuk mengatasi kejadian ini sehingga tidak menjadi lebih buruk.
Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS mengatakan areal kerja Yayasan BOS yang berada di kawasan eks Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG), termasuk areal rawan kebakaran dan kaya karbon.
Menjelang musim kemarau, Yayasan BOS melakukan beberapa upaya sebagai tindakan preventif untuk mengurangi dampak kebakaran hutan. Bersama dengan mitra internasional, kami telah melakukan pembasahan lahan, serta membangun sumur serta kolam.
“Jika terjadi kebakaran, sumur dan kolam ini bisa digunakan sebagai sumber air untuk memadamkan api. Yayasan BOS juga bekerjasama dengan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kepedulian akan pencegahan kebakaran karena mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan api,” sebut Jamartin, Selasa 19 September 2023.
Dia mengatakan upaya preventif yang dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan mitra internasional.
“Hanya melalui kolaborasi yang kuat dan komitmen terhadap praktik-praktik berkelanjutan, maka dampak negatif kebakaran hutan di Kalimantan dapat dikurangi atau dihindari sepenuhnya,” sebutnya.
Yayasan BOS mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mengabdikan waktu dan usaha mereka untuk tujuan pencegahan kebakaran.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post