PALANGKA RAYA – Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Suwanto mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan adalah pelaksanaan Reformasi Birokrasi guna menciptakan birokrasi Pemerintah yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, bersih dari perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu melayani publik secara akuntabel.
“Oleh karena itu, profesionalisme merupakan tuntutan Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mewujudkan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat yang efektif dan efisien,” ucapnya, Selasa 22 November 2022.
Disamping itu, sambung Sri, perlu adanya akselerasi kualitas ASN untuk mengantisipasi dinamika kebangsaan yang semakin kompleks dan multidimensional, terlebih dalam tantangan disrupsi revolusi industri 4.0.
“Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, ada delapan area penting manajemen pemerintahan yang perlu dilakukan perubahan, salah satunya perubahan mindset (pola pikir) dan culture set (budaya kerja) yang ditujukan untuk mewujudkan peningkatan integritas dan kinerja birokrasi yang tinggi,” ungkapnya.
Menurut Sri, internalisasi dan implementasi core values BerAKHLAK merupakan gerbang penguat budaya kerja. Semakin kuat budaya kerja, semakin tinggi produktivitas yang dihasilkan pegawai, sehingga pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan para ASN.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post