PANGKALAN BUN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) membentuk tim untuk melakukan Dukungan Psikologis Awal (DPA) pada korban banjir, termasuk anak-anak.
Seperti yang diketahui sejumlah wilayah di Kalteng saat ini sedang dilanda bencana banjir, yang tentunya memberikan dampak tidak hanya pada orang dewasa tapi juga pada perempuan dan anak.
Kepala Dinas P3APPKB Linae Victoria Aden mengatakan bahwa penanganan dampak banjir khususnya reaksi krisis pada anak sangat penting. Reaksi krisis atas situasi krisis pada setiap orang dapat berbeda-beda misalnya rasa cemas, khawatir, stres, munculnya keluhan fisik, dan lain-lain.
“Bencana banjir merupakan salah satu kategori situasi krisis yang umumnya akan memunculkan reaksi krisis pada setiap orang. Jika tidak teratasi dengan baik, maka reaksi krisis secara psikologis berpotensi berkembang menjadi gangguan psikologis berat lainnya,” ungkapnya, Rabu 26 Oktober 2022.
Lebih lanjut Linae menyampaikan, pemberian Dukungan Psikologis Awal (DPA) pada korban bencana merupakan serangkaian keterampilan yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif stres dan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan mental yang lebih buruk yang disebabkan oleh bencana atau situasi krisis.
“Tim telah dibekali berbagai metode pendekatan dalam memberikan dukungan psikologis, bukan hanya bermain dan bercerita tentunya, tetapi bagaimana anak dibawa ke dalam susana riang, sambil diberi cara memahami gejala alam sekitarnya dengan metode cara pemahaman sesuai usianya, sehingga ada pemahaman dasar anak, bahwa bencana kapan saja bisa terjadi dengan berbagai dampak yang akan timbul,” tandasnya.
Salah satu kegiatan DPA yang dilaksanakan yaitu dengan mengirim tim DPA ke Kabupaten Kotawaringin Barat untuk melakukan dukungan psikologis, khususnya bagi anak-anak terdampak banjir. Kegiatan ini dilaksanakan di posko GOR Kumpai Batu, Puskesmas Palingkau dan Mendawai Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post