PALANGKA RAYA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Katma F. Dirun menyampaikan penyalahgunaan Narkotika dan Prekursor Narkotika adalah ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak dari seluruh komponen bangsa.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) bagi Komunitas ASN Anti Narkotika, di Aula Eka Hapakat, Kompleks Kantor Gubernur, Rabu 12 Oktober 2022.
Katma menyampaikan komitmen tegas Gubernur Kalteng untuk “Perang Terhadap Narkoba, War On Drugs” demi kesejahteraan segenap masyarakat Kalimantan Tengah.
“Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan keseriusan segenap tataran personal, institusional, dan sosial dari setiap komponen bangsa,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalteng Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto dalam paparan menyebutkan dari 1127 Narkotika jenis baru yang telah dilaporkan dalam pertemuan PBB, 88 jenis sudah masuk ke Indonesia.
“Bandar selalu memodifikasi Narkotika jenis baru. Ini menjadi perhatian kita bersama. Kita harus berbuat optimal,” tegasnya.
Ia pun berharap pelaksanaan pembentukan Satgas Anti Narkotika di lingkup Pemprov Kalteng menjadi langkah maju untuk menekan penyalahgunaan peredaran gelap Narkotika di Kalteng dan bersama keluarga terbebas dari penyalahgunaan Narkotika.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama BNN Provinsi Kalteng serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalteng. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta ASN dari OPD lingkup Pemprov Kalteng.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post