PALANGKA RAYA – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Juli 2022 tercatat sebesar 6,79% (year on year), telah berada di atas sasaran inflasi nasional 3 ± 1%.
Sumbangsih inflasi sepanjang tahun 2022 utamanya berasal dari komoditas yang diatur pemerintah, seperti angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, maupun bensin sebagai dampak meningkatnya harga energi dunia. Kelompok penyumbang inflasi kedua adalah kelompok pangan bergejolak.
“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama karena capaian inflasi Kalteng berada pada posisi 6 tingkat nasional dan tertinggi di Kalimantan,” ungkap Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Jumat 26 Agustus 2022.
Maka dari itu, Edy menekankan kepada seluruh Bupati/Wali Kota, OPD terkait, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar segera mengoptimalkan penggunaan anggaran belanja tidak terduga dari APBD untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui operasi pasar atau pasar murah, memperluas kerja sama antardaerah (KAD).
Selanjutnya mendorong optimalisasi subsidi biaya transportasi, mendorong produksi hortikultura untuk dapat mengurangi ketergantungan, melakukan komunikasi efektif, mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, serta melakukan integrasi transformasi digital dalam perekonomian.
“Saya berharap kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Kalteng untuk memberi perhatian lebih pada upaya menjaga dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah,” pesannya.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post