PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menghadiri acara Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan II Tahun 2022 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), di Ruang Rapat Paripurna, Senin 22 Agustus 2022.
Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan II Tahun 2022 dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Abdul Razak. Rapat paripurna mengagendakan penyampaian pidato pendapat akhir Gubernur Kalimantan Tengah terhadap 3 (tiga) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
3 Rancangan Peraturan Daerah tersebut yaitu penyelenggaraan administrasi kependudukan, rencana umum energi daerah, serta pembinaan dan pelestarian bahasa Indonesia di Provinsi Kalimantan Tengah.
Saat membacakan pidato Gubernur Kalimantan Tengah pada acara tersebut, Wakil Gubernur Edy Pratowo menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyusunan Rapeda.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama anggota dewan yang telah secara maksimal bersama-sama Tim Pemerintah Daerah melakukan pembahasan Raperda tentang Pembinaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut wagub menyampaikan banyak masukan dan saran substantif yang disampaikan bahkan menjadikan hal baru dalam penyusunan Raperda. Hal ini menunjukan bahwa ada kepedulian bersama terhadap perkembangan dan kelanjutan Bahasa Indonesia maupun Bahasa dan Sastra Daerah.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Edy Pratowo mengungkapkan bahwa sinergisitas bersama diperlukan dalam membangun Kalimantaj Tengah Makin Berkah.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sebagai perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Daerah,” ucap wagub.
Disebutkan wagub sinergitas seperti inilah yang diperlukan bersama dalam membangun Kalimantan Tengah menuju Kalteng Makin Berkah.
“Kita yakin bahwa setelah memiliki Peraturan Daerah tentang Pembinaan Bahasa Indonesia dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Daerah, maka generasi penerus kita dapat menjadi penutur Bahasa Indonesia yang baik, sekaligus generasi yang tidak pernah lupa pada tutur Bahasa dan Sastra asli Kalimantan Tengah,” pungkas Wakil Gubernur Edy Pratowo.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post