PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah (Kalteng) Yulindra Dedi mengungkapkan puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Jumat-Minggu (29 April-1 Mei 2022). Dia juga menambahkan bahwa angka tersebut bisa saja terus bertambah mengingat masih banyak warga Kalteng yang melakukan mudik.
“Hal ini terlihat dari ramainya pengguna jasa transportasi laut di pelabuhan Bahaur, yang menunjukkan tingginya jumlah pemudik dari Lamongan, Jawa Timur yang menggunakan KMP Drajat Paciran,” ungkap Yulindra, Sabtu 7 Mei.
Dia menambahkan kondisi di Pelabuhan Bahaur terdapat 118 pemudik dari Pulau Jawa yang tiba menggunakan Kapal KMP Drajat Paciran. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Pulang Pisau, KMP Drajat Paciran tidak hanya mengangkut orang saja, melainkan juga 12 unit sepeda motor, 8 unit mobil (R4) dan 1 unit Fuso.
“Dan tidak ditemukan adanya barang bawaan penumpang yang berbahaya, serta kendaraan yang tidak mempunyai surat-surat dan identitas penumpang yang mencurigakan,” tambahnya. Masyarakat yang melaksanakan mudik tahun ini terbilang cukup tinggi mengingat selama 2 tahun pemerintah melarang adanya mudik lebaran akibat tingginya kasus Covid-19.
Berdasarkan data yang tercatat pada H-7 lebaran di 3 Terminal di Kalteng, yaitu W.A. Gara, Terminal Natai Suka Pangkalan Bun dan Terminal Sanggu Buntok, terdapat 7.766 orang kedatangan dan 8.330 orang keberangkatan. Sedangkan pada 3 Pelabuhan, yaitu Panglima Utar Kumai, Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Bahaur, terdapat 2.236 orang kedatangan dan 13.459 orang keberangkatan.
Sementara itu, puncak arus mudik jalur udara sebanyak 10.763 orang kedatangan dan 21.663 orang keberangkatan yang memadati 3 Bandara se-Kalteng. Dengan Presentase sebesar 52,35% pada Bandara Tjilik Riwut, 36,81% pada Bandara Iskandar, dan 10,73% pada Bandara H. Asan Sampit.
“Selain itu, posko juga di lakasanakan di perbatasan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Provinsi lain, yaitu pada Perbatasan Kalteng-Kalsel (Anjir Serapat), dan Perbatasan Kalteng-Kalsel (Pasar Pana). Hingga saat ini, seluruh stakeholder terkait masih melaksanakan pengamanan sejumlah posko vital untuk mengatasi padatnya arus balik di Kalteng,” tutur Yulindra Dedy.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post