PALANGKA RAYA – Untuk menekan tingginya angka penyebaran Covid-19 pasca arus balik lebaran waktu lalu di Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah melalui Tim Satgas bersama TNI Polri terus meningkatkan sinergi dalam penanganan Covid-19.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya apel pemberangkatan Tim Pemburu Covid-19 di Lapangan Direktorat Samapta Polda Kalteng untuk melaksanakan kegiatan Maskerisasi, Vaksinasi dan Rapid Test Massal di sejumlah tempat yang ada di Kalimantan Tengah khususnya di Kota Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan saat ini di Provinsi Kalimantan Tengah angka terkonfirmasi Covid-19 sudah menembus angka 23 ribu orang, sementara untuk angka tingkat kesembuhan menurun ada diangka 21 ribu orang, sedangkan angka kematian akibat Covid-19 sudah berada di angka 670 orang.
“Tren penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pasca Operasi Ketupat arus balik lebaran kemaren terus naik, saat ini berada di Angka angka 600 kasus” ucapnya saat memimpin apel pemberangkatan Tim Pemburu Covid-19, Selasa 8 Juni 2021.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini dari segi tingkat disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) menurun, seperti enggan menggunakan masker, sosial distancing, enggan mencuci tangan, dan masih banyak terjadi kerumunan.
Ditempat yang sama, usai apel gelar pasukan pelepasan Tim Pemburu Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan, memang saat ini kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah pasca arus balik lebaran cenderung ada peningkatan, namun tidak setinggi dari daerah lain.
“Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota bersama TNI, Polri dan seluruh Stakeholder terkait terus bergerak bersama untuk melakukan maskerisasi, serta meningkatkan cakupan vaksinasi terutama kepada para lansia” terangnya.
Untuk di Kota Palangka Raya sendiri telah disediakan 2 lokasi untuk kegiatan Vaksinasi yakni di Halaman PU Provinsi dan di SMK 1 Palangka Raya dengan sasaran orang tua wali murid yang berusia 40 tahun ke atas.
“Setiap minggunya kita terus evaluasi jumlah prosentase kenaikan angka kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah, untuk minggu lalu kita berada di angka 16 persen, dan saat ini kita terus berupaya untuk menurunkan prosentase tersebut. Kita juga sudah mengantisipasi jika nantinya ada ledakan kasus dengan menyiapkan kamar perawatan,” bebernya.
(fai/matakalteng.com)






















Discussion about this post