PALANGKA RAYA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Ivo Sugianto Sabran menyampaikan, perempuan Indonesia adalah sumber daya potensial yang apabila diberi kesempatan untuk maju dan meningkatkan kualitasnya secara mandiri.
Ivo Sugianto Sabran menyebutkan, hingga saat ini masih terjadi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam pembangunan. Ivo membeberkan masih terbatasnya akses sebagian besar perempuan terhadap fasilitas kesehatan yang lebih baik, pendidikan yang lebih tinggi. Tidak hanya itu masih kurangnya peran perempuan dalam lembaga publik yang lebih luas seperti partisipasi di bidang politik dan jabatan strategis di bidang Pemerintah.
“Secara kultural, perempuan di Indonesia masih dibelenggu oleh budaya patriarki di mana perempuan ditempatkan disektor domestik, laki-laki disektor publik. Akses dan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan masih rendah”, ujar Ivo, Jumat 30 April 2021.
Lebih Lanjut Ivo Sugianto Sabran menyampaikan, akibatnya dalam politik laki-laki masih mendominasi, sehingga dalam menyusun perundangan belum banyak berpihak pada perempuan. Tantangan ini harus dijawab dengan dialog bersama kelompok laki-laki dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak sehingga persoalan perempuan merupakan persoalan bersama perempuan maupun laki-laki.
“Dan ketika perempuan menjadi pemimpin apakah mereka akan memiliki keberpihakan kepada perempuan lainnya. Inilah tantangan yang harus dijawab oleh perempuan diberbagai bidang masing-masing”, pungkas Ivo Sugianto Sabran.
Maka dari itu Ivo menghimbau agar seluruh perempuan khususnya di Kalteng dapat meningkatkan kualitas diri masing-masing sehingga dapat mengambil peran dalam pembangunan.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post