PALANGKA RAYA – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Maria Cahaya menyampaikan gambaran kasus Covid-19 di Kalteng sampai dengan Bulan Oktober 2020 yaitu jumlah kasus yang terjadi sebanyak 719 kasus dan yang sembuh sebanyak 1081 kasus, sedangkan sampai dengan bulan November 2020 jumlah kasus yang terjadi sebanyak 1561 kasus, sedangkan yang sembuh sebanyak 79 kasus.
Ia mengatakan, terjadinya peningkatan kasus berdasarkan hasil tracking berasal dari pelaku perjalanan kembali terjadi, bahkan ia menyebutkan klaster rumah tangga merupakan klaster terbanyak terjadinya penularan.
“Sumber penularan minggu ini berasal dari pelaku perjalanan (semakin banyak), kontak erat di rumah dan tempat kerja (kelompok-kelompok), pelaku kegiatan di luar rumah (individu), dan kluster paling banyak adalah rumah tangga. Lebih banyak penularan di dalam kelompok keluarga, Nakes mulai banyak tertular,” jelasnya, Rabu 2 Desember 2020.
Lebih lanjut ia menambahkan berdasarkan data yang diperoleh pada Rapat Koordinasi Evaluasi Mingguan Penanganan Covid-19, Minggu V bulan November 2020 diketahui bahwa Status Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah minggu ke-39 pada Zona Resiko Tinggi (1,64%) lebih buruk dari minggu lalu. Kasus penularan Covid-19 terjadi lonjakan sebesar 33% dari kasus minggu sebelumnya.
Pertumbuhan kasus baru mingguan dalam 3 minggu ini semakin membesar dan status kesehatan karena Covid-19 di Kalteng semakin memburuk. Nilai RT di beberapa Kabupaten lebih dari 2 (≥ 2) menandakan peningkatan penularan lebih cepat dari sebelumnya di masyarakat.
“Nilai RT juga dapat menjadi sinyal agar segera dilakukan tindakan pengendalian sehingga kasus konfirmasi baru dapat dicegah pertumbuhannya, dan menekan jumlah kematian,” ujarnya.
Kabupaten Kotawaringin Barat, Katingan, Seruyan dan Lamandau menunjukkan peningkatan penularan lebih aktif dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya, sehingga perlu tindakan segera untuk memecah kerumunan agar kasus positif tidak semakin bertambah dan peningkatan kematian minggu ini meningkat dari 12 kasus menjadi 13 kasus ( 7,7%).
Melihat pada kondisi pemerintah melalui BPBD memberikan rekomendasi tindak lanjut dengan membatasi pergerakan masyarakat selama masa penularan aktif, mengurangi jumlah ijin keramaian kepada masyarakat. Melakukan evaluasi jumlah pelanggaran protokol masyarakat jika bertambah berarti kesadaran masyarakat semakin rendah. Pemberian edukasi kepada masyarakat secara terus menerus dan melakukan penguatan di semua fasilitas kesehatan sesuai kewenangannya (RS dan Puskesmas).
“Selaain itu pengawasan terhadap kluster (keluarga dan tempat kerja) atau kelompok-kelompok masyarakat dilaksanakan dengan ketat, perlu dipertimbangkan untuk membuat program Drive-thru Testing yaitu pelaksanaan tes Swab/PCR bersamaan dengan razia masker yang dilaksanakan bersama Polisi dan Kesehatan, hal ini dilakukan jika kasus semakin membesar dan tidak terkendali. Metode Drive-Thru dilaksanakan di jalan raya untuk menghindari penolakan masyarakat sehingga didapat sampel yang besar dan representative semua area kota,” tutupnya
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post