PALANGKA RAYA – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Ismail Bin Yahya meninjau banjir di ruas jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) merupakan banjir ketiga sejak Agustus 2020.
Saat melakukan peninjauan Plt. Gubernur Habib Ismail mengatakan penanganan jalan rusak di ruas Pangkalan Bun-Kolam ini akan didahului dengan penimbunan tanah, sebelum jalan diaspal.
“Penanganan akan diawali dengan melakukan penimbunan dengan tanah, dan dilanjutkan dengan tahap agregat kelas B dan kelas A serta pengaspalan jalan. Saat ini penanganan sudah di lakukan pada 6 titik ruas jalan yang rusak,” ujar Habib, Jumat (30/10).
Sementara itu, dipaparkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalteng Elfiansyah, nilai kontrak pemeliharaan berkala ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam sepanjang 41 km mencapai Rp 2,2 Miliar.
Kontrak pemeliharaan berkala ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam ditandatangani 8 Oktober 2020 lalu dan selesai serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) 20 Desember 2020, dengan pelaksana CV. Citra Abadi Jaya dan konsultan CV. Bhakti Nusa Perkasa.
Fokus penanganan adalah di 6 spot atau titik, yakni di Km 0,37; Km 5,18; Km 6,3; Km 6,45; Km 6,76; dan Km 7,64; dengan panjang jalan rusak berat secara keseluruhan yang kini ditangani mencapai 0,48 km.
“Selebihnya penanganan fungsional spot-spot jalan rusak ringan, jalan berlubang sampai Km 17,9,” jelas Elfiansyah.
Tampak mendampingi Plt. Gubernur Habib Ismail dalam peninjauan kali ini, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri dan Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng Sunarti. Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, tampak sejumlah pejabat Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan setempat.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post