PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Desa bersama seluruh Tenaga Pendamping Desa untuk membahas P3MD se-Kalimantan Tengah melalui video konferensi di Aula Jayang Tingang, Komplek Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Selasa 22 September 2020.
Gubernur menyebutkan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) adalah langkah strategis pemerintah guna mewujudkan kemandirian desa dan merumuskan pemecahan masalah yang terjadi di desa.
Gubernur juga menyebutkan lima (5) poin penting yang menjadi fokus pembahasan pada rakor P3MD tersebut, yaitu pembangunan desa dari segi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, SDM menyangkut pemberdayaan warga desa, dan ekonomi pedesaan. Gubernur Sugianto mengajak seluruh tenaga pendamping desa untuk berdiskusi bersama guna membahas hal-hal yang harus dilakukan untuk memajukan desa-desa di Kalteng.
“Pada diskusi ini saya ingin meminta masukan apa saja yang bisa dibantu oleh Pemerintah Provinsi. Pertama untuk Pendamping Desa itu sendiri, apa saja permasalahan yang di hadapi dan bagaimana kami dapat membantu masalah tanggung jawab bapak-bapak. Sehingga bantuan yang disalurkan oleh pemerintah pusat bisa menyentuh secara keseluruhan desa-desa yang ada di Kalteng,” ungkap Gubernur Sugianto pada rakor.
Gubernur mengharapkan para pendamping desa untuk lebih bekerja keras lagi demi pembangunan desa berkelanjutan. Dalam hal ini para pendamping desa diharapkan bisa bekerja lebih keras, lebih giat sesuai dengan tanggung jawabnya.
Gubernur Sugianto Sabran juga menyinggung secara mendetail mengenai peningkatan aspek kesehatan dan pendidikan di desa. “Posyandu kita, Puskesmas kita, pendidikan di desa-desa tersebut harus digerakkan dan diperhatikan kedepan, termasuk infrastruktur di desa tersebut, biarpun saya ketahui sudah ada anggaran desa dari pemerintah pusat kalau tidak salah sudah 4 tahun ini.
Dana-dana ini jangan mubazir, di situlah para pendamping desa bisa membantu para kepala desa di desanya masing-masing,” pungkas Gubernur Kalimantan Tengah tersebut. Pertemuan ini dihadiri kurang lebih 606 orang tenaga pendamping desa. Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalteng Rojikinnor menyebutkan kehadiran peserta rakor berasal dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng.
“Pertemuan ini dalam rangka mendengarkan arahan gubernur Kalimantan Tengah terkait dengan pembangunan di Kalimantan Tengah kepada seluruh tenaga pendamping desa di Kalimantan Tengah,” ucap Rojikinnor.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post