PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Sugianto Sabran selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa dalam 6 bulan melawan pandemi, sejumlah upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil dalam menekan persebaran Virus Covid-19.
Gubernur juga menyebutkan Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyampaikan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, hingga bidan akan diprioritaskan untuk mendapat imunisasi pertama saat vaksin Covid-19 siap digunakan pada awal tahun 2021 dan juga menjadi garda depan dalam melakukan imunisasi massal.
Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menentukan kriteria serta kualifikasi dokter, perawat, dan bidan yang akan mendapat kesempatan pertama vaksinasi tersebut. Hal ini bertujuan agar penggunaan vaksin bisa tepat sasaran dan efektif, mengingat keterbatasan di tahap awal saat vaksin ini siap digunakan.
“Upaya peningkatan protokol keselamatan dan proteksi bagi tenaga kesehatan yang terus dihantui risiko tinggi di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19 harus mendapat perhatian serius agar tingkat rasio mereka gugur dalam tugas bisa ditekan,” harap Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan beberapa pencapaian pencegahan yang dilakukan oleh pemprov antara lain mengeluarkan kebijakan sistem zonasi untuk melakukan penetapan dan pengendalian wilayah. Zona yang dibuat merujuk pada sistem kebencanaan, yaitu zona merah mewakili daerah berisiko tinggi, zona oranye mewakili daerah berisiko sedang, zona kuning mewakili daerah berisiko rendah, dan zona hijau mewakili daerah tidak terdampak atau tidak ada kasus.
“Harapan ke depan dalam penanganan Covid-19 yaitu melindungi yang kelompok rentan, penderita komorbid, lanjut usia, termasuk tenaga kesehatan,” kata Gubernur.
Testing, tracing dan treatment terus dilakukan sebagai upaya menekan kasus aktif, meningkatkan kesembuhan dan menurunkan angka kematian. Selain itu melakukan vaksinasi, meningkatkan ketersediaan reagen, PCR, dan alat pelindung diri, serta melakukan sosialisasi secara masif menggunakan SDM nasional, serta meningkatkan perubahan perilaku untuk mematuhi protokol kesehatan juga terus dilakukan.
Terakhir, Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah selalu mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar selalu mematuhi protokol kesehatan serta memutus mata rantai sebaran Covid-19. “Bagi warga yang belum sadar terhadap protokol kesehatan, “Ingat! Wajib 4M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan agar Covid-19 ini segera berakhir di Kalimantan Tengah dan seluruhnya,” tegas Gubernur.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post