PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran saat memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 menyampaikan perkembangan capaian indikator makro dan pembangunan Kalteng, sebagai bentuk upaya nyata mendukung konsep Indonesia Maju.
Gubernur menyampaikan Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2019 telah tumbuh sebesar 6,16 %, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita 55,6 Juta (Rupiah). Inflasi pada April tahun 2020 sebesar 2,45 % dengan tingkat inflasi sebesar 1,66 %. Gini Rasio per Maret Tahun 2019 sebesar 0,335.
“Tingkat Kemiskinan menurun dari 5,17 % pada Tahun 2018 menjadi 4,98% pada tahun 2019, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka per April tahun 2020 tercatat sebesar 3,39 %. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalteng berada pada 70,91 persen,” beber Sugianto.
Lanjut gubernur muda ini pada sektor perhubungan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi udara serta pengembangan perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi mengusulkan pengembangan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menjadi Bandara International dan Embakarsi Haji Penuh. Demikian juga untuk Bandara H.Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H. Asan Sampit diusulkan perpanjangan landasan pacu.
“Untuk jalur laut Pemprov Kalteng mendukung Program Tol Laut pemerintah pusat, pada tahun 2018 dilaksanakan pengerukan alur sungai Kapuas Murung di kabupaten Kapuas. Tidak hanya itu pemprov juga merencanakan pembangunan Pelabuhan Teluk Sangiang di Kota Palangka Raya, serta usulan relokasi Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan di bagendang, Khusus Bongkar Muat,” ujar Sugianto.
Dalam rangka mendukung Gerakan Kedaulatan Pangan Nasional di Kalimantan Tengah dan pencanangan Kalimantan Tengah sebagai salah satu Provinsi yang ditetapkan sebagai daerah pendukung gerakan ketahanan pangan nasional oleh Bapak Presiden Republik Indonesia tanggal 9 Juli 2020 di wilayah Eks PLG Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas dan Desa Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau. Lahan seluas 165.000 Hektar, yang disiapkan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan di Kalimantan Tengah maupun Nasional. Dengan dibukanya lahan pertanian ini selain bisa menjadi peluang kerja baru juga diharapkan dapat memanfaatkan lahan tidur dan terlantar menjadi terkelola dan terpelihara sehingga dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Pada sektor Kesehatan disebutkan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah direncanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe A yang penganggarannya melalui KPBU. “Tidak hanya mendirikan rumah sakit tipe A, pemprov juga merencanakan pembangunan rumah sakit rehabilitasi korban narkoba yang berlokasi di Palangka Raya,” ungkap gubernur.
Pada sektor Pembangunan dan Infrastruktur, pembangunan Jalan Prioritas (Jalan Provinsi) Multi Years Kontrak sebesar 2,050 Triliun di bagi dalam 3 (tiga) wilayah yaitu : Wilayah Timur 3 (tiga) ruas jalan; Wilayah Tengah 10 (sepuluh) ruas jalan dan Wilayah barat 9 (sembilan) ruas jalan, dan direncanakan Pembangunan Menara Bank Kalteng di Palangka Raya.
Sektor Pendapatan Daerah, peningkatan cukup signifikan dalam 4 (empat) tahun terakhir yaitu pada tahun 2016 pendapatan Rp. 3,5 triliun, meningkat sampai Rp. 4,7 Triliun di tahun 2018, Tahun 2019 sebesar Rp. 4,98 Triliun kemudian Tahun 2020 serapan cukup tinggi dengan total target Rp. 4,59 Triliun, sudah tercapai Rp. 1,56 Triliun atau sudah 33,90% dari target yang ditetapkan;
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah penilaian dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Tengah meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP sudah diraih 6 (enam) kali berturut-turut yaitu Tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019.
Dalam upaya percepatan penanganan Bencana Non Alam Penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah telah mangalalokasikan anggaran untuk penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring penganan sosial sebesar 1,4 triliun terdiri dari Pemerintah Provinsi Rp. 500.296.306.370,- (Lima Ratus Miliar Dua Ratus Sembilan Puluh Enam Tiga Ratus Enam Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah)• Pemerintah Kabupaten/Kota Rp. 937.000.000.000,- (Sembilan Ratus Tiga Puluh Tujuh Miliar Rupiah).
Bantuan Sosial Tunai untuk korban terdampak Covid-19 tahap 1 sebanyak 180.747 KK kepada keluarga penerima manfaat yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota sebesar Rp 500.000/KK dengan total nilai Rp 90.373.500.000 (Sembilan Puluh Miliar Tiga Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post