PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah memiliki banyak potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) dan berkembang cukup pesat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Dekranasda Prov. Kalteng) Ivo Sugianto Sabran, di Palangka Raya, Selasa 11 Agustus 2020.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dekranasda untuk mengembangkan potensi UMKM dengan memberikan pelatihan kepada seluruh pelaku UMKM di kabupaten/kota yang ada di Kalteng. Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan vokasional misalnya kerajinan menjawet atau menganyam.
“Para pelaku UMKM ini berikan pelatihan vokasional, misalnya menganyam. Banyak yang bisa menganyam tapi hasilnya masih belum rapi, pada pelatihan ini kita ajarkan bagaimana menganyam rapi dan membentuk pola yang menarik,” jelas Ivo.
Para pelaku UMKM ini juga diarahkan untuk melakukan pemasaran secara digital, mengingat saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pameran yang memajang hasil karya UMKM. Ketua TP-PKK Kalteng ini juga menyampaikan, pelaku usaha yang biasanya offline diminta aktif melakukan promosi secara online.
“Hal ini merupakan salah satu cara beradaptasi di masa Pandemi Covid-19, agar usaha kecil menengah tetap jalan serta perekonomian Kalteng tetap menggeliat. Dalam masa pandemi juga Dekranasda memberikan pelatihan berbasis digital kepada pelaku usaha,” beber Ivo.
Ivo Sugianto Sabran juga menyampaikan para pelaku usaha juga dapat mempromosikan produknya melalui pemasaran Dekranasda dan PLUT. Hal ini merupakan salah satu peran Dekranasda kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha mempromosikan usaha di Dekranasda dan PLTU secara gratis.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Ati Mulyati menyebutkan, peran UKM sangat luas dalam mendukung perekonomian di Kalteng. Pemerintah Prov. Kalteng berupaya agar pelaku usaha bisa berkembang melalui pelatihan.
Kementerian Koperasi dan UMKM sendiri disebutkan oleh Ati akan memberikan bantuan bagi pelaku usaha mikro, yang akan di lauching pada 17 agustus mendatang bertepatan dengan hari raya kemerdekaan RI. Bantuan ini diberikan sebagai stimulus bagi pelaku usaha mikro agar dapat bertahan di tengah pandemic.
“Rencananya program bantuan dari pemerintah pusat akan launching pada tanggal 17 Agustus 2020 nanti, dengan tujuan membantu 12 juta pelaku usaha yang terdampak pandemi covid-19. Masing-masing pelaku usaha akan memperoleh bantuan sebesar Rp 2.400.000”, tutup Ati Mulyati.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post