PALANGKA RAYA – Pada rapat koordinasi sosialisasi dan diseminasi secara lebih masif protokol kesehatan terkait Covid-19 serta realisasi anggaran, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menginginkan agar pemerintah daerah secara masif melakukan penanganan Covid-19.
Bahkan dalam hal ini presiden menginginkan agar semua sektor dapat berperan serta menangani Covid, seperti halnya TP-PKK.
Presiden secara langsung menugaskan Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian menjadi pelopor. Hal ini dinilai penting mengingat kultur budaya Indonesia yang sangat orang tua khususnya Ibu, maka dari itu diharapkan keberadaan TP-PKK mampu menjadi bagian strategis dalam upaya sosialisasi Covid-19.
Sementara itu Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian merespon instruksi Presiden, dengan menginisiasi gerakan nasional PKK Gebrak Masker (Gerakan Bagi Masker) yang sudah dilakukan di beberapa daerah.
“Kita akan gunakan media sosial seefektif mungkin untuk sosiaslisasi. Saya harap mulai besok (red.hari ini) Gebrak Masker dapat segera dilakukan di setiap daerah. Silakan pada semua TP PKK di semua lini untuk melakukan kegiatan ini dan disebarluaskan melalui platform apapun. Lakukan sesering mungkin habiskan stok masker di daerah,” tegas Tri.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua TP-PKK Kalteng, Yulistra Ivo Sugianto Sabran mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan sesuai dengan instruksi TP-PKK Pusat. “Kita akan mengikuti instruksi sesuai keiinginan pemerintah dengan memaksimalkan penggunaan social media,” ujar Ivo saat rakor.
Pada rakor ini juga, Menteri Kemendes PDT A. Halim Iskandar mengatakan Gerakan Desa Lawan COVID-19 sudah dilakukan melalui sosialisasi lawan COVI-19 melibatkan seluruh komponen masyarakat desa, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, penyediaan tempat-tempat cuci tangan, pendirian tempat isolasi dan relawan. Semua bergerak agar desa betul-betul mampu melakukan aktivitas melawan Covid-19.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post