PALANGKA RAYA – Menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah yang biasa terjadi setiap musim kemarau, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengajak stakeholder terkait menyelaraskan langkah dalam penanganan karhutla di Provinsi Kalteng.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menghadiri kegiatan Virtual Telabang Talk yang mengusung tema “Bersama Atasi Karhutla” melalui konferensi video di Aula Eka Hapakat, Lantai III Kantor Gubernur, Palangka Raya.
Gubernur juga menyampaikan berdasarkan perkiraan BMKG seluruh wilayah di Kalimantan Tengah akan memasuki musim kemarau pada bulan Juli 2020, dengan puncak antara bulan Juli 2020 sampai September 2020.
“Saya berharap penyelarasan terkait penanganan karhutla dapat terus dilakukan. Semakin selaras pemahaman kita, semakin memudahkan kesamaan langkah dan tindakan kita dalam mengatasi karhutla, baik dari Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, Kejaksaan, DPRD, Perguruan Tinggi, media, dan masyarakat,” imbuhnya.
Virtual Telabang Talk yang diinisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng ini dipimpin oleh Wakapolda Brigjen Pol. Indro Wiyono dan diikuti secara telekonferensi oleh Ketua DPRD Prov. Wiyatno, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kabinda Brigjen Pol. Slamet Urip Widodo, Wakajati Marang, sejumlah Bupati/Wali Kota, Rektor UPR Andrie Elia Embang, dan Kepala Perangkat Daerah Prov./Instansi Vertikal terkait, serta Polres se-Kalteng.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post