PALANGKA RAYA – Usai melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melanjutkan agenda selanjutnya dengan virtual meeting bersama pemerintah daerah kabupaten/kota di Kalteng terkait penanganan Covid-19. Pada kesempatan ini Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait penanganan Covid-19.
Presiden menyampaikan sebaran Covid-19 di Indonesia tergantung bagaimana Kabupaten Kota mengendalikannya. Presiden juga menyampaikan bahwa hari ini penambahan kasus positif secara nasional mencapai 2.657 kasus.
“Oleh sebab itu saya ingatkan kepada Kalimantan Tengah, pada saat ini angka tertular memang masih terbilang kecil, tetapi jika angka yang masih kecil ini tidak dapat dikedalikan dengan baik dan manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas hati-hati angka yang saya sebutkan tadi akan bertambah banyak,” tegas Jokowi, Kamis 9 Juli 2020.
Presiden juga menambahkan bahwa hal ini jangan di anggap mudah karena akan berimbas pada banyak hal. Maka dari itu masyarakat diminta untuk memahami bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi krisis yang tidak mudah.
“Saat ini kita sedang mengalami krisis kesehatan tapi juga akan berimbas pada krisis ekonomi. Pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi kita hanya muncul pada angka 2,97. Dikuartal kedua kita perkirakan akan ada di angka -3,8, ” beber Jokowi.
Jokowi mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang berusaha mengendalikan dua hal yang berbeda, sisi kesehatan dan sisi ekonomi yang keduanya dinilai sama penting. Dalam hal ini memprioritaskan kesehatan namun ekonomi juga harus terus berjalan, jika salah satu saja tidak tertangani dengan baik maka akan mempengaruhi yang lainnya.
Selain menegaskan masalah kesehatan, Jokowi juga menegaskan Mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat jangan sampai ada yang tercecer. Gubernur, walikota dan bupati diminta melakukan kontrol dan verifikasi data penerima bantuan.
“Begitu pula dengan stimulus ekonomi terutama usaha mikro, kecil, menengah, harus diverifikasi dengan benar. Bantu para pelaku usaha ini dengan menggunakan APBD Provinsi, Kabupaten, kota, dan APBN juga akan membantu baik melalui perbankan dan Kementerian,” ucap Jokowi.
Memasuki new normal Jokowi meminta agar pemerintah daerah melakukan persiapan pra kondisi dengan memperhatikan waktu dimulainya new normal. Pemerintah daerah juga diminta untuk memperhatikan sektor mana yang akan dibuka terlebih dahulu.
Sektor dengan resiko rendah diperkenankan untuk buka terlebih dahulu, disusul sektor dengan resiko sedang setelah itu sektor resiko tinggi. Jokowi mencontohkan sekolah sebagai sektor dengan resiko tinggi.
Presiden juga mengapresiasi langkah pemerintah provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan tes massive. Namun tes massive ini sendiri tidak akan optimal jika tidak dilakukan pelacakan agresif terhadap ODP dan PDP. Setelah itu dapat dilakukan isolasi ketat bagi pasien terpapar.
“Namun dalam hal ini peran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan memiliki peran yang sangat penting. Pengambil kebijakan pun saya minta menggunakan data ilmiah dan meminta saran dari pakar kesehatan sebelum membuat keputusan terkait kondisi pandemi,” pungkas Jokowi.
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran mengucapkan terima kasih atas dukungan penanganan Covid-19 berupa bantuan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) kit, Swab test dan rapid test antigen melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Tidak hanya bantuan peralatan kesehatan, tapi juga bantuan lain yang diberikan oleh pemerintah untuk meringankan dampak sosial dari pandemi Covid-19 di Kalteng,” ujar Sugianto.
Pada kesempatan ini Gubernur juga menyampaikan data terbaru perkembangan Covid-19 di Kalteng per 8 Juli 2020 terkonfirmasi positif 1.093 orang, dalam perawatan 393 orang, sembuh 634 orang, meninggal 66 orang, OTG 702 orang, ODP 245 orang, PDP 98 orang, dan total test RT-PCR 4.984 tes.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post