PALANGKA RAYA – Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya meningkatkan pendapatan melalui sektor pertambangan.
Gubernur Kalteng (Kalteng) H Sugianto Sabran, sejak awal kepemimpinannya telah melihat potensi PAD dari sektor tersebut. Gubernur bahkan membuat gebrakan dengan mengecek dan merajia tambang diberbagai daerah karena Sugianto merasa royalty ke Kalteng tidak masuk akal, di daerah yang kaya hanya mendapatkan sedikit pemasukan.
Alhasil usaha tersebut dapat mendongkrak sedikit demi sedikit kenaikan untuk PAD Kalteng dari sumber tambang. Jika di tahun 2015 hanya Rp531 miliar didapatkan Kalteng dan dibagikan ke Kabupaten/Kota. Namun sejak Kalteng Berkah di tahun 2016 naik menjadi Rp951 Miliar.
Berkaca pada keberhasilan tersebut pihaknya makin gencar lagi melakukan sidak dengan turun langsung ke lokasi tambang. “Sidak ke kapal tongkang dan kantor Dinas Provinsi untuk mengkalkulasi potensi yang sehatusnya menjadi keuntungan daerah Kalteng,” ungkap gubernur, belum lama ini, usai refleksi HUT Kalteng ke-63 Tahun.
Upaya tersebut tidak sia-sia terbukti di tahun 2017 pendapatan dari sektor tambang tembus 1,7 Triliun, dan tahun berikutnya bertambah naik. Dari informasi Dinas ESDM Provinsi Kalteng, untuk realisas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) (mineral dan batu bara, red) mulai tahun 2016-2020 terus meningkat, dari nilai sebesar Rp531 Miliar kini menjadi Rp8,2 triliun.
Peningkatan tersebut, harus benar benar dipantau dan diawasi oleh Dinas ESDM, bersama aparat keamanan serta instansi terkait lainnya, agar dalam pembayaran pajak serta royalty berjalan baik serta terkontrol.
Adapun realisasi PNBP sektor tambang dari tahun ke tahun sebagai berikut: Tahun 2015 PNBP Rp531 miliar, 2016 Rp951 miliar, 2017 Rp1.7 Triliun, tajun 2018, Rp2.0 Triliun, 2019 Rp2.2 Triliun, 31 april 2020 Rp763 M, Total Rp8.2 Triliun.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post