PANGKALAN BUN – Berakhir sudah polemik banjir yang menggangu mobilitas masyarakat Kabupaten Sukamara, Lamandau dan Kotawaringin Barat sekitarnya, pasalnya jalan penghubung 3 (tiga) Kabupaten terdekat tersebut yang biasanya hampir tiap tahun mengalami kebanjiran setinggi kurang lebih 2 ( dua) meter kini telah di bangun pile slab (jembatan layang) sepanjang 3 kilometer dengan luas 9 (sembilan) meter.
“Jembatan layang ini kan setiap tahun mengalami banjir kurang lebih 2 meter, dan alhamdulilah tahun 2020 ini kami bisa menyelesaikan janji kami dengan masyarakat di kabupaten termasuk Kalimantan Barat, karena ini kan penghubung ke Kalbar yang melewati Sukamara melalui jalan provinsin yang tembus ke Kabupaten Ketapang Kalbar,” terang Gubernur Sugianto Sabran kepada pers usai melakukan persmian jambatan layang yang menghabiskan kan dana APBD Rp 300 Milyar tersebut.
Melalui kegiatan peresmian tersebut Sugianto juga mengatakan semua pihak agar bekerja keras untuk bersama-sama membangun daerah ruas jalan hingga sampai di kawasan Sukamara. “Kita kan liat bahwa kiri kanan jalan ini masih banyak tanah-tanah yang tidak produktif, saya minta kiri kanan jalan disini dalam 3 tahun kedepan untuk menjadi produktif,” paparnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kalteng Berkah ini berharap kawasan kiri kanan jalan yang masih kosong (hutan, red) untuk bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian/pertanian atau yang lainnya.
“Saya harap lahan yang ada disini jangan dibiarkan terbengkalai, dalam kalau tidak digarap dalam 3 Tahun saya minta akan dikembalikan ke pemerintah daerah, tidak peduli siapapun pemilik lahannya,” tegas Gubernur.
Pihaknya menginginkan, jangan sampai infrastruktur jalan yang menggunakan dana yang begitu besar, hanya sekedar untuk jalan raya untuk dilewati, tetapi selain untuk mobilitas masyarakat. Sugianto mengharapkan ada berbagai aktivitas sehingga menjadi kekuatan ekonomi baru.
(ys/matakalteng.com)






















Discussion about this post