KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melaksanakan rapat koordinasi (rakor) percepatan penurunan stunting kabupaten tahun 2025, dan pelatihan operasional Web-eMonev Ditjen Bina Bangda Kemendagri dan analisis situasi.
“Rakor ini untuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor, maupun akselerasi percepatan penurunan stunting, terutama dalam membangun SDM cerdas, sehat dan berdaya saing menyambut Indonesia Emas 2045,” kata Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Rabu, 14 Mei 2025.
Sinergi dan kolaborasi itu dapat dilakukan dengan berbagai program yang menyentuh secara langsung kelompok sasaran, dengan mengadakan rembuk stunting yang membahas serta berdiskusi bersama terkait delapan aksi konvergensi stunting.
“Dengan diskusi terarah, maka akan ada komitmen maupun langkah konvergensi penanganan stunting,” ujarnya.
Setiap progam dan kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting, baik itu intervensi spesifik dan sensitif harus diarahkan, agar berjalan secara konvergen di semua level pemerintahan.
“Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan secara bersama-sama dengan sasaran kelompok prioritas untuk mencegah terjadinya kasus stunting,” jelasnya.
Terpisah, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Gumas Rina Sari mengatakan, tujuan rakor untuk penyelarasan target kinerja dan pencapaian layanan intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Selain itu, mendeklarasikan komitmen pemkab dan menyepakati rencana intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting terintegrasi, peningkatan kapasitas operator web Bina Bangda, serta terlaksana analisis situasi tahun 2025.
“Rakor diikuti oleh TPPS kabupaten, para camat, sekretaris camat dan kepala puskesmas. Dengan narasumber yakni Ketua TPPS kabupaten dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng, serta pembicara utama yaitu tenaga ahli Ditjen Bina Bangda Kemendagri Tim INEYLGCB-ASR,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post