KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas telah melaksanakan gerakan pangan murah di Kecamatan Damang Batu dan Miri Manasa. Itu merupakan program nasional yang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok, dalam rangka mengendalikan inflasi pangan.
“Dengan gerakan pangan murah, akan bisa menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok pada tingkat produsen maupun konsumen, dan permudah masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Senin, 2 September 2024.
Dia menuturkan, gerakan pangan murah merupakan bagian dari komitmen pemerintah, agar memastikan setiap masyarakat mendapat akses pangan yang berkualitas dan terjangkau. Program ini akan terus berlanjut dan melibatkan berbagai pihak, sehingga tercapai tujuan bersama dan menciptakan kesejahteraan.
“Pada gerakan pangan murah, kami bekerjasama dengan bulog, distributor, kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, untuk sediakan bahan pangan murah dan berkualitas, yang dijual ke masyarakat dengan harga di bawah pasar,” terangnya.
Dia mengapresiasi dinas perikanan dan ketahanan pangan (DPKP dan jajaran, bulog, serta semua pihak terkait yang sudah melaksanakan gerakan pangan murah. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, dan lebih banyak lagi stakeholder yang terlibat.
“Gerakan pangan murah menunjukkan bahwa pemerintah hadir lebih dekat ke masyarakat dan masyarakat mendapatkan pangan pokok dengan harga lebih murah dan berkualitas,” ujarnya.
Terpisah, Kepala DPKP Kabupaten Gumas Eigh Manto menambahkan, komoditas pangan pokok yang dijual pada gerakan pasar murah yaitu beras SPHP lima kilogram sebanyak 500 sak atau 2,5 ton, minyak goreng 360 liter, gula 400 kilogram, bawang merah 200 kilogram, bawang putig 100 kilogram, telur ayam ras 42 tabak, dan ikan patin 25 kilogram.
“Semua komoditas itu dijual dengan harga dibawah harga pasar setempat. Sasarannya adalah lokasi yang menjadi barometer inflasi,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post