KUALA KURUN – Pemkab Gumas bekerjasama dengan BPJS Cabang Kesehatan Palangka Raya menggelar rapat forum koordinasi, monitoring dan evaluasi implementasi pelaksanaan program petakan sisir advokasi dan resgistrasi (Pesiar) tahun 2024.
“Rapat ini untuk memfokuskan dan mengevaluasi program pesiar, sehingga posisi keaktifan peserta JKN bisa diatas 75 persen,” kata Sekda Gumas Richard, Rabu, 10 Juli 2024.
Sampai saat ini, masih banyak desa yang belum mencapai angka keaktifan minimal 75 persen, serta peserta JKN di desa yang aktif juga masih dibawah 75 persen. Seharusnya masyarakat setiap desa aktif menjadi peserta JKN.
“Program pesiar ini bertujuan untuk memetakan masyarakat desa yang belum terlindungi JKN, menyisir masyarakat rentan, serta masyarakat pekerja sektor informal yang belum didaftarkan pemberi kerja ke kepesertaan JKN,” terangnya.
Selanjutnya dalam program pesiar, juga akan juga akan melaksanakan sosialisasi dan advokasi masyarakat desa terkait kepesertaan JKN, dan memastikan masyarakat desa non JKN menjadi peserta JKN agar tercipta desa UHC atau desa sehat sejahtera.
“Untuk itu, kami perlu dukungan berupa perluasan implementasi program pesiar, meningkatkan jumlah peserta aktif, melakukan verifikasi dan validasi peserta JKN di masing-masing desa,” jelasnya.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya K Hindro Kusumo menuturkan, tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program pesiar adalah ada beberapa desa yang keaktifan peserta JKN belum 75 persen.
“Untuk mencapai keaktifan peserta JKN diatas 75 persen, kami berharap harus ada sinergi perangkat daerah terkait,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post