KUALA KURUN – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Focus Group Discussion (FGD) percepatan penurunan stunting tahun 2023. Ini dalam rangka rencana survei Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalteng.
”Dalam survei ini, akan dilakukan penelitian tentang keberhasilan dan kegagalan penurunan angka stunting di Provinsi Kalteng. Sampel yang diambil yakni dua kabupaten tertinggi dan terendah. Salah satunya adalah wilayah ini,” kata Wakil Bupati yang juga Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Gumas, Efrensia LP Umbing, Senin, 20 Februari 2023.
Survei tersebut bertujuan untuk mengetahui kunci keberhasilan dan hambatan masalah yang menyebabkan kegagalan, sehingga dapat ditentukan kebijakan berikutnya, dalam rangka efektifitas dan efisiensi penurunan angka stunting.
”Gali sebanyak-banyaknya faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalan, sehingga diketahui mana yang harus dilanjutkan, diperbaiki, serta disempurnakan. Dengan demikian, tujuan dan sasarannya benar-benar tercapai,” terangnya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), kasus stunting tahun 2022 turun menjadi 17,9 persen. Kasus ini turun jika dibandingkan tahun 2021 lalu yang mencapai 39,8 persen. Tentunya akan diturunkan karena belum mencapai target nasional yakni 14 persen.
”Kunci keberhasilan penurunan kasus stunting ini berkat kekompakan, kerjasama, sinergitas, serta kebersamaan seluruh tim TPPS dari tingkat kabupaten hingga ke desa,” terangnya.
Dia menambahkan, capaian ini harus terus dijaga serta jangan sampai kendor. Tetap pertahankan dan terus tingkatkan pola yang sudah baik. Jangan berpuas diri karena kasus stunting di Kabupaten Gumas sudah turun. Apalagi kasus itu dinamis dan selalu berkembang.
”Kami juga minta kepada TPPS untuk terus melakukan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya pencegahan stunting,” tukasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post