KUALA KURUN – Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan pengembangan tanaman jagung hibrida di lahan seluas 100 hektar pada 2022. Rinciannya, Kecamatan Sepang 5 hektar, Mihing Raya 10 hektar, Kurun 48 hektar, Tewah 12 hektar, Rungan Hulu 5 hektar, dan Manuhing 25 hektar.
“Dalam pengembangannya, salah satu poktan yang berhasil adalah Katur 1 Desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang. Lahan siap panen seluas 5 hektar, sesuai luasan alokasi lahan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas, Letus Guntur, Jumat, 20 Januari 2023.
Berdasarkan hitungan ubinan atau perkiraan hasil panen, kata dia, dalam sehektar akan didapat hasil produktivitas sebanyak 8,8 ton jagung pipil kering panen. “Meski baru pertama kali, poktan Katur 1 dinilai berhasil mengembangkan tanaman jagung hibrida,” ujarnya.
Dalam upaya pengembangan jagung hibrida, Dinas Pertanian memberikan bantuan saprodi, berupa benih jagung hibrida, pupuk dan obat-obatan. Sedangkan proses pembukaan lahan, sepenuhnya dilakukan secara swadaya oleh poktan Katur 1.
“Kami ingin poktan Katur 1 meningkatkan luasan lahan tanaman jagung hibrida, sehingga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berbasis pertanian,” tuturnya.
Dia menambahkan, memang ada beberapa kendala di lapangan dalam pengembangan tanaman jagung hibrida, diantaranya curah hujan yang cukup tinggi, serangan hama penyakit atau OPT, dan tingginya harga saprodi.
“Dengan kendala tadi, kami berharap itu bukan menjadi penghalang seluruh poktan untuk terus menggeluti usaha tanaman jagung hibrida. Harus selalu semangat,” tandasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post