KUALA KURUN – Bencana banjir di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) merendam ribuan rumah dan fasilitas umum di desa dan kelurahan di lima kecamatan. Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi, sehingga Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan meluap. Ketinggian air hingga ke rumah warga bervariasi, yakni 1-2 meter.
”Dari data yang kami himpun, keseluruhan dari lima kecamatan ada 2.818 rumah yang terendam banjir,” kata Kepala BPBD Gumas Champili, melalui Sekretaris Karya, Senin, 5 September 2022.
Dengan rincian, Kecamatan Kurun ada 879 rumah yang terendam banjir, meliputi Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Desa Penda Pilang, Tumbang Manyangan, Tumbang Tambirah, Tumbang Miwan, Pilang Munduk, Tumbang Hakau, Hurung Bunut, Petak Bahandang, dan Tanjung Riu.
Kecamatan Tewah ada 1.389 rumah terendam, meliputi Kelurahan Tewah, Desa Tumbang Pajangei, Sei Riang, Tumbang Habaon, Tanjung Untung, Sarerangan, dan Teluk Lawah. Selanjutnya, Kecamatan Miri Manasa ada 100 rumah di Kelurahan Napoi.
Kemudian Kecamatan Kahayan Hulu Utara 150 rumah yaitu Kelurahan Tumbang Miri. Lalu Kecamatan Damang Batu ada 300 rumah, terdiri dari Kelurahan Tumbang Marikoi, Desa Lawang Kanji, Tumbang Maraya, dan Tumbang Anoi.
”Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum, seperti bangunan sekolah, kantor desa, gereja, puskesmas pembantu (pustu), puskesmas, kantor kecamatan, serta ruas jalan dan jembatan penghubung,” jelasnya.
Saat ini, BPBD sudah turun ke lokasi banjir dengan membawa sarana prasarana yang dibutuhkan, seperti satu buah mobil truk dapur umum, satu unit mobil pikap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua unit mobil, satu set tenda pengungsian, 15 rompi pelampung, dan satu perahu karet.
”Di lokasi banjir, kami membuat dapur umum dan mendirikan tenda pengungsian untuk masyarakat yang terdampak banjir,” pungkasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post