KUALA KURUN – Dalam memberikan pelayanan distribusi air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bahalap Gunung Mas (Gumas) sering kali mendapat keluhan dari para pelanggan, khususnya yang berada di Kota Kuala Kurun.
”Salah satu keluhan dari pelanggan yakni terkait dengan distribusi air di Kota Kuala Kurun yang belum mampu 24 jam, air mengalir tidak merata dan masih secara bergiliran ke rumah pelanggan,” ucap Direktur PDAM Tirta Bahalap Gunung Mas, Guntur J Ruben, Rabu, 28 Juli 2021.
Penyebab distribusi air yang masih bergiliran, dikarenakan kapasitas produksi air yang tidak sebanding dengan jumlah pelanggan. Saat ini, kapasitas produksi air hanya 40 liter per detik, dengan melayani 3.200 pelanggan yang ada di Kota Kuala Kurun.
”Di Kota Kuala Kurun, kami memiliki dua tempat pengolahan air, yakni di Jalan Korpri dengan kapasitas 15 liter per detik, dan dekat Air Terjun Batu Mahasur dengan kapasitas 25 liter per detik. Namun belum mampu melayani pelanggan dengan maksimal,” tuturnya.
Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, lanjut Guntur, dari PDAM sudah mengusulkan ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menambah kapasitas produksi air. Yang semula 40 liter per detik, menjadi 50 liter per detik di Kota Kuala Kurun.
”Mudah-mudahan dapat terealisasi, sehingga pelayanan distribusi air bersih ke pelanggan bisa 24 jam, dan tidak ada lagi keluhan terkait distribusi air PDAM,” ujarnya.
Selain distribusi air, kata dia, kebocoran pipa juga menjadi kendala dari PDAM dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini juga yang sering kali dikeluhkan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kebocoran pipa, yakni faktor alam seperti tanah longsor sehingga pipa PDAM terlepas, ada pekerjaan infrastruktur yang mengenai pipa PDAM, dan lainnya.
”Kalau dikumulasikan dan dipresentasikan, kebocoran pipa PDAM dalam satu tahun mencapai 33 persen. Untuk mengatasinya, kami melakukan penanganan secara maksimal, dengan mengganti pipa yang bocor dan sudah tua, sehingga kebocoran bisa diminimalisir,” terangnya.
Meski sekarang ini layanan PDAM belum maksimal, dia pun meminta kepada pelanggan agar tertib dan taat dalam membayar rekening air PDAM, sehingga operasional PDAM tetap berjalan dengan baik, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Kami berharap dukungan dari seluruh pelanggan, melalui ketaatan membayar rekening air PDAM. Semua itu demi kebaikan pelanggan dan PDAM. Kami juga meminta maaf kepada pelanggan, apabila selama ini pelayanan yang diberikan masih belum maksimal,” tukasnya.
(sid/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post