KUALA KURUN – Tahun 2020, bidang Kehutanan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan (DLHKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dibebankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 65 juta, yang bersumber dari pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru Kuala Kurun. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 40 juta.
”Berdasarkan hasil pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, kami ditargetkan PAD sebesar Rp 65 juta. Meski target PAD yang dibebankan mengalami kenaikan, namun kami tetap optimis mampu mencapai target tersebut,” ucap Kepala DLHKP Kabupaten Gumas Yohanes Tuah melalui Kabid Pengelolaan Tahura Colombus, Selasa 28 Januari 2020.
Optimisme capaian PAD ini, karena melihat trend wisatawan yang berkunjung ke Tahura Lapak Jaru terus mengalami kenaikan, khususnya pada hari libur. Selain itu, pengelola juga akan melakukan upaya promosi serta pengembangan fasilitas pendukung, agar wisatawan semakin nyaman saat berkunjung.
”Pada tahun 2020 ini, kami akan mengembangkan sarana bermain anak, dan membangun toilet di Air Terjun Bawin Kameloh. Untuk menarik wisatawan berkunjung, kami berencana mengagendakan acara hiburan rakyat secara rutin di setiap hari raya keagamaan dan hari libur, dengan menampilkan artis lokal maupun dari daerah lain,” ujarnya.
Terkait jumlah wisatawan yang mengunjungi Tahura Lapak Jaru, lanjut dia, selama dua tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2018, lalu jumlah pengunjung mencapai lima ribu orang, dan tahun 2019 naik menjadi sepuluh ribu orang.
”Wisatawan yang berkunjung tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ada dari luar negeri. Di tahun 2019 lalu, tercatat ada 15 wisatawan dari negara lain yang berkunjung ke kawasan tahura,” tuturnya.
Saat ini, kawasan Tahura Lapak Jaru memiliki berbagai objek wisata alam, seperti air terjun Bawin Kameloh, air terjun Sei Saluhan, air terjun Sahay Unyang, situs Batu Salib, goa Lapak Jaru, goa Kelelawar, dan lainnya. Semua objek wisata itu didukung dengan fasilitas berupa Banama Lapak Jaru, wahana outbound, rumah pohon, camping ground, kolam renang anak, flying fox dan lainnya.
”Untuk tiket masuk pada hari biasa Rp 3.000 dan hari libur Rp 5.000. Apabila ada wisatawan yang ingin memanfaatkan wahana outbond, mereka cukup membayar Rp 25 ribu dan flying fox Rp 10 ribu,” tukasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post