BUNTOK – Sedikitnya 57 orang jemaah umrah dari Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Kalimantan Tengah (Kalteng) dibawah pimpinan Ustaz Sibawaihi gagal menuju tanah suci Mekah dan hanya bertahan di Surabaya.
Hal ini diungkapkan inisial HR yang mengaku menjadi salah satu korban kegagalan keberangkatan ibadah umrah ini, via telepon seluler dari Surabaya, Jumat 14 Oktober 2022.
“Dari awal penundaan keberangkatan ini kami sudah merasa curiga, masalahnya dari empat kali penundaan keberangkatan, kami selalu menerima alasan yang berbeda-beda dari pimpinan rombongan,” bebernya.
Dia berharap kegagalan keberangkatan ini semoga bisa menjadi sebuah pelajaran berharga untuk dirinya dan masyarakat Barsel kedepan. “Sesuai perjanjian yang sudah kami sepakati bahwa uang kami akan dikembalikan oleh pihak pengelola travel, namun yang lebih berat bagi kami adalah menanggung beban moral untuk kembali ke kampung halaman,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh HSG yang sangat menyesalkan kejadian ini padahal pihaknya telah berusaha memilih orang yang bisa dipercaya untuk menjadi pembimbing jemaah umroh. Namun sangat di sanyangkan pihaknya kurang memahami tentang status keberadaan travel yang diikuti.
“Sebenarnya kami memang tidak terlalu paham tentang status travel itu. Apakah travel bodong atau resmi terdaftar di Kementerian Agama, dan kami hanya percaya dengan pembimbing yang ada di Barito Selatan. Yang sangat menyesalkan adalah, ternyata kami menaruh kepercayaan kepada orang yang tidak bisa dipercaya,” keluhnya.
Dia juga menegaskan, jika pihak pengelola travel itu mengingkari perjanjian yang telah disepakati di Surabaya tersebut, maka pihaknya akan melaporkan hal ini kepada pihak berwenang.
“Kami mau uang kami kembali dan jika tidak, kami akan segera melaporkan permasalahan ini kepada pihak Kepolisian dan menduga travel bodong ini disinyalir telah terorganisir untuk melakukan penipuan di wilayah Barito Selatan,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan H Arbaja SAg MAP saat dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan, jika 57 orang jemaah umrah dari Barsel gagal berangkat ke tanah suci.
“Sebenarnya kami memang enggan untuk memberikan komentar terkait hal ini, namun fakta yang berbicara dan harapan agar semua jamaah bisa bersabar atas musibah ini,” pintanya. Dia kembali menegaskan pada masyarakat Barito Selatan agar harus lebih teliti untuk memilih travel keberangkatan baik itu ibadah umroh maupun ibadah haji.
“Yang jelas masyarakat itu harus lebih selektif harus lebih teliti ketika memilih travel ibadah umroh dan harus paham tentang travel apa saja yang telah terdaftar di Kementerian Agama baik di daerah maupun di pusat,” tegas H Arbaja.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post