BUNTOK – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran menyampaikan dalam menangani inflasi dibutuhkan kerja sama antara Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya mengadakan pasar murah guna memancing daya beli masyarakat.
Sugianto juga meminta Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dengan menggerakkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), agar UMKM menjadi motor penggerak perekonomian di Barito Selatan. “Akhir tahun harus ada 100 ribu UMKM yang terdaftar di Tabe Tangan Berkah,” tegasnya, Minggu 4 September 2022.
Gubernur menambahkan di Barito Selatan saat ini ada 86 desa yang di dalamnya masih ada desa tertinggal. Ia meminta agar desa tertinggal ini bisa menjadi desa mandiri dalam waktu dua tahun.
Sementara itu, Pj. Bupati Barito Selatan Lisda Arriyana mengatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barito Selatan sampai 31 Juli 2022 masih 54,79%. Ia berharap di akhir tahun 2022, PAD Kabupaten Barito Selatan bisa terealisasi 80-90%.
“Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Barito Selatan bersama Forkopimda akan melakukan penanaman massal cabai rawit dan bawang merah. Ini salah satu cara untuk menyikapi kenaikan inflasi,” jelasnya.
(vi/matakalteng.com)





















Discussion about this post