SAMPIT – Tim Penertiban kawasan Hutan (PKH) dari Jakarta sesuai agenda akan mendarat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara di Bandara H Asan Sampit pada 18 Maret 2025.
Kunjungan ini sekaligus melakukan pemasangan papan sita di areal perkebunan yang menggarap kawasan hutan tanpa izin di Kalimantan Tengah salah satunya di Kabupaten Kotim. Diketahui, tim ini terdiri dari Kepala Staf Umum TNI, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febri Ardiansyah, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Wahyu Widada, Kepala BAIS TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo.
Selain itu, Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wakil Mentri Keuangan Anggota Abimayu, Kartika Wirjoatmodjo merupakan Wamen BUMN, Brigjen TNI Andi Suci Agustiansyah Pokja Gakkum Satgas PKH serta Direktur Integrasi dan Sinkronisasi Informasi Geospasial Tematik.
Rencananya rombongan ini tiba di Bandara H Asan Sampit akan langsung diberikan pengarahan Briefing singkat pelaksanaan Satgas PKH di Kalteng. Dan tim langsung menuju ke titik penyitaaan dan dilokasi akan ada pengarahan operasi pemulihan kawasan hutan tersebut.
Tepat dilokasi itu akan dipasang plang Satgas PKH. Selain itu juga rencananya akan dilakukan peninjauan beberapa PBS yang sudah dilakukan penyitaan dan penempatan prajurit yang bertugas di lokasi tersebut. Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya mengatakan pemerintah daerah tengah mempersiapkan diri meneruima kunjungan lapangan dari Satgas PKH pusat tersebut.
Satgas ini akan melakukan penertiban dibeberapa perusahaan namun pihaknya masih belum mengetahui dimana saja kunjungan lapangan yang dilakukan satgas PKH yang didampingi Kapolda Kalteng dan Pangdam TPR tersebut. “Kunjungan lapangan ini dilakukan satgas PKH terdiri dari beberapa kementrian dan lembaga yang melihat langsung progres dilapangan,” kata Halikinnor.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post